Minggu , September 24 2017
Home / Artikel / Manajemen Konflik

Manajemen Konflik

Waspadalah dengan serangan sugesti Hipnotis yang memanfaatkan emosi RASA BERSALAH. Untuk menjatuhkan mental orang lain.

Penjelasannya itu begini… Orang yang di dalam hatinya memang ada penyakit. Itu memang sukanya negatif thinking. Kita bener aja dia bisa tersinggung, apalagi kalau kita memang salah.

Nah, terkait dengan tulisan saya tadi, yaitu :

“Saat ada orang yang sakit hati karena perbuatan kita. Maka tafakurlah sejenak, introspeksi diri. Jika gak ada yg salah. Cuekin aja.”

Maksudnya itu begini.. Sebagaimana saya tulis di paragraf Kedua. Saat ada orang yang sakit hati sama kita. Itu belum tentu karena kita salah, tetapi bisa jadi karena hatinya yang memang busuk. Dan suka banget cari masalah, suka mempermasalahkan hal-hal remeh yang gak penting, serta suka banget menyalahkan orang lain. Yang tujuan utamanya memang sekedar untuk menjatuhkan mental orang lain saja.

Yang perlu diwasadapai dalam menghadapi peristiwa Konflik External seperti ini adalah, Suatu Konflik external dia dapat menjadi pemicu terjadinya Konflik Internal di dalam diri.

Konflik yang terjadi di luar diri (dalam hal ini adalah Konflik dengan orang lain), dia dapat menjadi akar masalah bagi terjadinya Konflik batin di dalam diri. Yang besar pengaruhnya terhadap kehidupan kita.

Nah, bagaimana kita tahu bahwa fihak kita sudah benar dan memang dia yg busuk hati..? Dan bagaimana mencegah terjadinya Konflik batin..?

Pertama, lakukan tafakur. Masuki keheningan batin dari kesadaran kita. Lakukan introspeksi diri secara jujur. Crosscheck juga dengan hukum semesta dan hukum Tuhan. Jika yang kita lakukan sudah selaras dengan hukum alam dan hukum Tuhan. Maka kita dapat mengartikan bahwa fihak kita sudah benar.

Kedua, walau kita sudah yakin berada di fihak yang benar. Tetap lakukan forgiveness therapy. Memaafkan diri sendiri dan orang yang terkait. Langkah ini diperlukan untuk membebaskan diri dari ikatan batin yg mengandung muatan energy negatif. Serta membersihkan diri dari beban memory yang mengandung muatan emosi negatif.

Ketiga, Pantau feedbacknya dalam kehidupan kita. Karena bisa jadi kita masih belum jujur pada diri sendiri, egois, dan suka membenarkan diri sendiri. Sehingga membuat langkah pertama dan kedua diatas menjadi bias dan kurang berarti.

Jika feedback dari suatu keputusan membuat kita mengalami nasib buruk. Itu artinya alam semesta tidak mendukung perbuatan kita, dan Tuhan tidak ridlo dg perbuatan kita. Dengan kata lain, sebenarnya kita memang berada di fihak yang salah. Jika hal ini kenyataannya, maka lakukan pertaubatan dan benahilah diri.

Tuhan itu Maha Adil, yang benar pasti bahagia hidupnya. Sedangkan yang busuk hati, pasti mendapat bagiannya.

Setuju?

**

So, Keep Cool, Calm, & Confidenced. Penuhi hati dengan vibrasi damai, dan hindari konflik diri yang dapat merugikan diri kita sendiri.

Sekian. Semoga bermanfaat.

Salam.

Edi Sugianto, Flunder NAQSDNA.
naqsdna.com ~ basupati.com ~ sabdasakti.com ~ naqsdna.info

*

About Edi Sugianto

Trainer, Terapis, Founder, & Guru Besar NAQSDNA Institute. Pusat Pelatihan Keajaiban Bawah Sadar Untuk Pengembangan Diri, Kesuksesan, Keberlimpahan,

Baca Juga

Gendam VS Permainan Gendam

Gendam VS Permainan Gendam

GENDAM VS PERMAINAN GENDAM. Dalam Pelatihan Getar Sabda Shakti yang juga membeber materi Sabda Gendam, …

Tinggalkan Balasan