Minggu , September 24 2017
Home / Artikel / Rumongso Biso, Lan Biso Rumongso

Rumongso Biso, Lan Biso Rumongso

RUMONGSO BISO, LAN BISO RUMONGSO

Yang dalam pepatah jawa, kalimat lengkapnya adalah begini,” Ojo rumongso biso, tapi biso’o rumongso.”

yang sering diartikan secara bahasa menjadi begini : Jangan merasa bisa, tapi bisalah merasa.

Pepatah ini adalah terkait dengan ajaran untuk rendah hati, peka dengan lingkungan, serta terhindar dari sifat sombong.

Pepatah ini sangat bagus, jika faham betul dengan maksud dan tujuannya. Tetapi akan menjadi kontraproduktif dan merugikan diri sendiri ketika salah dalam mengartikannya.

Perasaan Merasa Bisa itu muncul terkait dengan adanya data dan pengalaman di dalam memory kesadaran kita yang berhubungan dengan suatu skill, kemahiran, dll.yang bersifat nyata (dapat di indrawi) dan terukur, misalnya kemampuan mengemudi mobil, kemahiran dalam memasak, kemahiran dalam bongkar pasang mesin motor, dll.

Di dalam dunia Professional sekarang ini, setiap orang yang punya kemahiran, wajib punya perasaan MERASA BISA. Karena ini menandakan adanya kepercayaan diri dan keyakinan diri akan kemampuannya dalam melakukan pekerjaan itu.

Nah, yang menjadi masalah ketika pepatah jawa tadi di salah artikan adalah akan membuat seseorang selalu ragu, tidak berani dan bahkan tidak mau dalam menampilkan ketrampilannya di depan umum karena takut dikira sombong.

Akibatnya, kemampuannya tidak diketahui orang. dan tidak ada yang memanfaatkan jasanya. Yang mana hal ini akan berakibat pada aspek karir dan juga penghasilan yang tetap begitu-begitu saja.

Dengan kata lain, dia tidak mampu mengembangkan PERSONAL BRANDING untuk kemampuannya itu. gara-gara salah dalam menafsirkan pepatah jawa yang dia dapat dari nasehat para sesepuh.

Padahal yang sebenarnya dilarang di dalam pepatah itu adalah merasa sok bisa padahal sesungguhnya kurang bisa, merasa sok pintar padahal tidaklah pintar, dll.

Itu sebabnya, kita disuruh introspeksi diri sebelum menyatakan merasa Bisa, kita harus melakukan langkah biso rumongso (Bisa Merasa), bisa melakukan introspeksi dan evaluasi diri. Betulkah kita memang mampu melakukannya atau tidak. Sebelum kita membuat statement bahwa kita memang bisa.

Jika memang belum bisa, ya belajar dan berlatih dulu sampai mahir, barulah boleh berkata… YA SAYA BISA….

Kesimpulannya, boleh saja kita merasa bisa, bahkan wajib merasa bisa dan berkata lantang pada dunia bahwa kitsa bisa melakukannya. Jika kita sudah dapat menilai diri sendiri dan mampu membuktikan diri bahwa kita memang bisa.

Dan ini bukanlah suatu kesombongan, tetapi suatu kenyataan. Jadi, jika ada yang merasa tersinggung, biarin saja… emang itu masalah dia kok, gak usah diambil hati… salah sendiri kok ndak minta diajari… tapi malah sakit hati.. ya biarin saja… cuekin saja… hehehehe…

“Oleh Rumongso Biso, asal iso rumongso.”

Sekian, tulisan pagi ini. Selamat beraktifitas, semoga bermanfaat, dan salam sukses untuk anda semua.

Edi Sugianto, Founder NAQSDNA.
naqsdna.com ~ basupati.com ~ sabdasakti.com ~ naqsdna.info

*

About Edi Sugianto

Trainer, Terapis, Founder, & Guru Besar NAQSDNA Institute. Pusat Pelatihan Keajaiban Bawah Sadar Untuk Pengembangan Diri, Kesuksesan, Keberlimpahan,

Baca Juga

Gendam VS Permainan Gendam

Gendam VS Permainan Gendam

GENDAM VS PERMAINAN GENDAM. Dalam Pelatihan Getar Sabda Shakti yang juga membeber materi Sabda Gendam, …

Tinggalkan Balasan