Jumat , November 24 2017
Home / Suwung / Suwung Dalam Konsep Shammind Kang Indi Sujawe

Suwung Dalam Konsep Shammind Kang Indi Sujawe

Rangkaian Postingan berikut ini adalah tulisan kang indi sujawe, seorang Praktisi Shaman ( Supranatural ), yang sangat mumpuni di bidang olah batin.

Secara teoretis, suwung yang aku ajarkan dengan yang beliau ajarkan adalah hampir sama, walau tentu saja ada sedikit perbedaan sudut pandang di beberapa bagian.

Sedangkan, untuk praktek latihannya. Aku tidak tahu, apakah yang aku ajarkan ini ada kesamaan dengan metode beliau ataukah tidak..

Namun, walau begitu. Perbedaan yang ada bukanlah untuk dipertentangkan, dibanding-bandingkan, dll. Tetapi itu semua ada adalah untuk saling melengkapi.

Bukankah hakikatnya itu semua adalah ilmu Allah swt. Maka, mari kita sandarkan hati kita padaNya. Insya Allah, keterbatasan pemikiran kita. Akan dibimbing olehNya di jalan kebenaran.

Mudah-mudahan, dengan saya posting ulang tulisan kang indi sujawe di sini. Dapat memperluas wawasan kita semua. Dan memperjelas pemahaman kita semua mengenai suwung ini.

Okey, mari kita simak ulasan beliau mengenai suwung dan meditasi suwung dalam konsep ShamMind.

MEDITASI SHAMMIND
Pertanyaan yang muncul pertama kali ketika manusia masuk dalam kedewasaan berfikir adalah DARI MANA AKU BERASAL? Dan ujungnya akan memicu pertanyaan DARI MANA ASAL SEGALA? Pada abad pertengahan, jawaban pertanyaan ini terpenuhi oleh teori filsafat, sebab filsafat pada masa itu adalah dasar dari ilmu pengetahuan. Ini sebabnya filsafat justru lebih berkembang dari ilmu pengetahuan. Namun sekarang yang terjadi adalah sebaliknya. Pengetahuan dan teknologi meraja dan berkembang disegala bidang melampaui ilmu filsafat.

Berdasarkan teori RELATIVITASnya Einstein, muncullah teori BIG BANG. Diawali ketika materi memadat hingga berada pada titik jenuh dan meledak (big bang) terjadilah semesta. Karena teori relativitas tidak membahas pangkal, maka jawaban teori big bang pun tidak memuaskan pertanyaan, sebab tidak menjelaskan asal dari materi.

Kemudian belakangan muncul teori MEKANIKA QUANTUM yang menjelaskan bahwa essensi dari setiap materi adalah ruang kosong yang disebut quanta. Para ahli filsafat kemudian mengawinkan teori mekanika quantum dengan teori relativitas. Menyempurnakan teori big bang sebelumnya.

Bahwa bermula dari TAK TERDEFINISIKAN (kosong, sebenarnya tidak tepat juga disebut kosong, kosong dipakai karena tak ada kata lain yang mendekati) memunculkan energi, menjadi materi lalu memadat hingga titik jenuh dan meledak (big bang) menjadi semesta.

Ternyata hal ini justru sudah lebih dulu dibahas dalam TASAWUF FALSAFI, bermula dari ALLAH (tak terdefinisikan), muncullah (KUN) ide (energi), lalu menjadi NURMUHAMMAD (materi) memadat dan jadilah (fayakun) semesta (MUHAMMAD).

Berdasarkan teori di ataslah MEDITASI SHAMMIND diciptakan sebagai jalan pintas untuk menunjukkan kembali jalan pulang pada ke-tak terdefinisikan atau kosong, atau suwung dengan cara yang sederhana dan mudah. Hingga bisa teraplikasikan dalam hidup.

TAK ADA KONSEP ADALAH PUNCAK SEGALA MACAM KONSEP.
Konsep ShamMind itu tercetus dari konsep suwung. Konsep yang tidak lagi terbelenggu dengan konsep yang harus begini dan begitu. Artinya bisa saja dibilang KONSEP YANG TANPA KONSEP. Ibaratnya anda tidak perlu lagi mesti belajar syari’at, tarikat dan hakikat. Langsung saja ke ma’rifat, suwung. Mempelajarinya dijamin anda tidak akan jadi gila atau kalau anda memahami essensi suwung, justru orang-orang disekeliling anda yang sebenarnya gila. Haha..

Suwung itu kan tak berkonsep, seperti juga ShamMind yang konsepnya suka-suka anda saja. Tak memakai segala macam simbol, reinkarnasi, energi, budaya, agama, macam-macam. Tapi boleh-boleh saja anda mendalami berbagai macam konsep untuk memperkaya pengalaman anda.

Suwung itu telah melewati berbagai macam konsep. Sebagai contoh baru kemarin aku menyelesaikan pelatihan private seorang dokter dari Jogja. Beliau sendiri sudah melewati berbagai macam pengalaman dan training diberbagai macam trainer. Dari mulai reiki, tenaga dalam dengan nama keren psikotronika, kundalini, kejawen modern, macam-macam. Tapi tak memuaskan apa yang dia cari karena tak mendapatkan jawaban dari berbagai pertanyaan yang memenuhi benaknya. Nah.. begitu selesai mengikuti pelatihan ku, sang dokter cuman bilang, ini yang kucari, itu saja.

ShamMind itu menjawab semua pertanyaan yang ada dalam benak anda. Hingga tak ada lagi pertanyaan. Karena tak ada pertanyaan maka tak perlu ada jawaban. Dan tentu saja tak ada lagi kata dan bahasa. Lebur kedalaman kesuwungan. Sebab suwung itu di atas semua konsep spiritual yang ada.

SUWUNG ITU KAN ILMU KUNO. SUDAH ADA DARI ZAMAN MANUSIA BELAJAR DAN TAU MEDITASI.
Jalan spiritual yang ku rangkum dalam ShamMind memang masih membingungkan buat orang bermain dalam life is vibration game. Para praktisi yang masih berputar-putar pada konsep manipulasi energi masih belum bisa mencerna yang kumaksudkan. Para healer berbasis hypnotis dan NLP pun masih kuat pada teknik “sugesti pasien”. Menurut mereka tanpa itu mustahil bisa menyembuhkan pasien.

Padahal MEKANIKA QUANTA itu bukan konsep segala materi adalah energi, tetapi segala materi adalah ruang kosong. Itu thok. Nah kita sebagai manusia materi, hanya belajar untuk masuk ke dalam kekosongan, hening, QUANTA, suwung. Juga itu thok. Nggak aneh-aneh nggak macem-macem. Nggak ribet dengan segala macam teori dan konsep yang memusingkan kepala.

ShamMind Terapy pun begitu, segala penyakit apapun, sel tubuh yang sakit hanya dibawa pada kondisi suwung, lalu sel menjadi kembali normal. Bila yang bermain adalah energi, ini soal lain. Dan tak perlu pula mensugesti pasien atau mesti menjadi sosok otoritas agar fikiran pasien terbuka untuk segala akses dari terapist.

Nggak mungkin? Bagaimana caranya? Nah ini.. kalau anda masih berkutat dengan logika anda berfikir, selama itu pula anda masih gulang gulung disitu-situ saja. Sebab logika anda sendirilah yang menjadi batasan anda berfikir. La.. ini kan ilmu kuno dari zaman manusia mengetahui MEDITASI to? Meditasi itu apa sih? Ya fikiran diam thok. Selesai. Hanya saja semangkin lama fikiran diam, tentu saja semangkin masuk ke kedalaman suwung.

Lalu ShamMind mengkonsepkan jalan ini dengan lebih sederhana, modern dan efektif.

UNTUK MEMBUAT FIKIRAN SUWUNG, BUTUH WAKTU SEUMUR HIDUP.
Beberapa teman masih belum memahami maksud dari suwung dalam aktivitas sehari-hari. Begini.. essensi dari meditasi adalah berhenti berfikir, berfikir untuk tidak berfikir. Berfikir disini, saat ini diam pada fokus agar tidak berfikir kemanapun. Ketika fikiran diam pada waktu yang lama, tentu saja fikiran menjadi suwung. Hanya saja untuk mencapai fikiran diam seperti batu karang, butuh waktu pelatihan yang tidak sebentar. Mungkin bisa jadi seumur hidup. Bahkan hanya untuk diam 5 menit sajapun hanya orang-orang tertentu yang dapat melakukannya

Essensi meditasi inilah yang kemudian ku ambil untuk dilatih dan di praktekkan dalam aktivitas sehari-hari. Fikiran hanya diam pada aktivitas yang dilakukan tubuh di sini dan saat ini. Itu thok. Seperti yang pernah aku contohkan saat Cristiano Ronaldo membawa bola, fikirannya hanya diam pada “mencetak gol”, ketika fikiran diam pada fokus, yang muncul adalah naluri mencetak gol, intuisi, insting, feel yang berkenaan dengan aktivitas bawah sadar yang muncul secara auto tanpa difikirkan.

Dan dalam LOA, fikiran yang diam mempunyai magnet lebih tinggi dari fikiran aktif. Dalam ShamMind, ada materi yang me-manajemen fikiran agar cepat masuk ke dalam suwung saat aktivitas keseharian dilakukan. ShamMind adalah cara yang modern, sederhana, mudah dan efektif menapak jalan Spiritual.

ESSENSI MEDITASI ADALAH TIDAK BERFIKIR. KARENA TIDAK BERFIKIR MAKA TIDAK ADA LOGIKA.
Kalau kita berbicara tentang proses kesadaran itu memang butuh waktu, namun yang terpenting dari proses kesadaran adalah membuka fikiran untuk menerima informasi dan data masuk. Sebab sudah berkali-kali aku bicarakan bahwa LOGIKA ANDA LAH YANG MENGHAMBAT PROSES KESADARAN DIRI ANDA SENDIRI. La.. anda menilai orang lain saja karena ada data dan informasi dibawah sadar anda to? Anda mengatakan bahwa orang lain itu salah atau benar, mungkin atau tidak mungkin itu juga karena ada argumen yang dasarnya data yang membangun logika bawah sadar anda to?

Dalam ShamMind instruktur menunjukkan cara berlatih pada fikiran siswa agar tidak menolak data baru yang bertentangan dengan logika siswa, tapi juga tidak menerima begitu saja sebelum ada pengalaman yang mendukungnya. Agar fikiran tetap pada keadaan terbuka pada segala informasi baru dan data baru.

Sekali lagi LOGIKA ANDA BERFIKIRLAH YANG MEMBATASI FIKIRAN ANDA BERFIKIR. Oleh karena itu dalam ShamMind gol nya adalah suwung, essensi dari konsep meditasi berfikir untuk tidak berfikir. Karena tidak berfikir maka tidak ada logika. Karena tidak ada logika maka tidak ada pertanyaan, karena tidak ada pertanyaan maka tidak ada jawaban.

LOGIKA BERFIKIR ADALAH BATASAN FIKIRAN.
Kali ini kita kembali membahas essensi dari meditasi, berfikir untuk tidak berfikir. Berfikir pada satu titik fokus agar tidak memikirkan banyak hal yang hanya memuati wadah fikiran dengan hal-hal yang tidak penting untuk perkembangan diri menuju diri yang lebih baik.

Sebenarnya fikiran adalah sesuatu yang tak terbatas, essensi dari SANG KETIDAK TERBATAS-an. Namun logika kita sendirilah yang membatasinya hingga fikiran menjadi terbatas. Artinya bahwa fikiran adalah batasan dari fikiran itu sendiri. Nah untuk dapat memuat sang Ketidak Terbatas-an dalam fikiran tentu saja membuang semua batasan fikiran itu sendiri. Dengan kata lain, fikiran mesti menjadi tak terbatas. Bagaimana caranya? MEMATIKAN LOGIKA BERFIKIR, alias TAK ADA LOGIKA. Karena tak ada logika maka tak ada batasan, tak ada pertanyaan dan tak ada jawaban. SUWUNG. DAN TAK ADA YANG TAK MUNGKIN, KARENA LOGIKALAH YANG MEMBUAT KETIDAK MUNGKINAN. Hingga membuat apapun masuk secara auto, begitu saja kedalam fikiran. Inilah yang disebut higher self, kesadaran kolektif, penyatuan dengan semesta, macam-macam.

Seperti juga black hole yang menyerap apa saja. Tadinya adalah bintang yang bersinar terang menerangi sekitarnya, dan bahkan memberi kehidupan makhluk planet yang mengelilinginya. Lalu musnah menjadi lubang hitam yang menyerap apa saja dan tak pernah kenyang.

Meditasi adalah melatih fikiran untuk mati. Diam pada satu titik fokus tanpa analisa, tanpa penilaian, tanpa alasan. Tidak memeluk titik fokus, namun tidak juga melepaskan titik fokus. Agar tak berfikir hal lainnya. Matinya fikiran dalam waktu yang lama inilah puncak dari pada suwung. Artinya bahwa essensi dari pada suwung adalah fikiran diam pada satu titik fokus.

Essensi inilah yang kita ambil dalam meditasi bergerak atau meditasi beraktivitas. Fikiran hanya diam disaat ini, disini. Itu thok. Kalau anda sudah begitu ya anda sudah bisa disebut suwung.

BAGAIMANA MENGATASI FIKIRAN LIAR AGAR DIAM PADA SAAT MEDITASI?
Kali ini kita membahas tentang meditasi. Banyak pertanyaan yang sampai kepadaku tentang betapa sulitnya mencapai kedalaman meditasi. Beberapa system agama hanya membahas dipermukaan saja tanpa menyentuh essensi. Suwung itu adalah ranah ILAHIYAH. Memahami ketakterbatasan adalah dengan meruntuhkan logika yang membatasi fikiran. Selama masih ada logika, ranah ini sulit untuk dicapai. Sebab logika lah yang selama ini menjadi batasan fikiran.

Ada banyak sebab sulitnya mencapai ke-suwung-an, beberapa sebab dominan akan kita bahas di sini. Ketak mampuan kita untuk mengontrol fikiran dalam aktivitas sehari-hari adalah sebab utama. Kita tak mampu untuk menjaga fikiran agar selalu berada pada ruang DI SINI dan waktu SAAT INI. Padahal cara ini adalah cara sederhana dan sangat efektif untuk mengikat fikiran agar tidak liar.

Berikutnya adalah kebiasaan fikiran yang selalu meng-analisa fokus meditasi. Padahal fokus meditasi hanyalah sarana untuk mendiamkan fikiran. Fikiran sibuk bertanya, APAKAH FOKUS MEDITASI KU SUDAH BENAR? MENGAPA FOKUS MEDITASI KU BERDENYUT-DENYUT? Demikian seterusnya. Kebiasaan lainnya adalah memaksakan fikiran untuk berfikir diam pada fokus. Padahal memaksakan hanyalah membentuk kemelekatan pada fokus. Dan kemelekatan pada fokus akan membuat fikiran sulit melangkah menuju suwung. JALAN KELUARNYA adalah fikiran hanya mengamati dan mengawasi fokus tanpa memeluknya erat namun tidak juga melepaskannya menjauh.

Sebab lainnya adalah kesibukan fikiran mencari sensasi rasa, atau kenyamanan perasaan. Padahal sirkulasi energi adalah mutlak dan biasa saja dalam meditasi. Difikirkan atau tidak difikirkan energi diri tetap beraktivitas menyesuaikan dengan fikiran diri kita sendiri. JALAN KELUARNYA adalah membiarkan sensasi rasa datang dan pergi begitu saja tanpa melibatkan fikiran untuk mengikutinya. Karena yang benar adalah energi mengikuti fikiran bukan sebaliknya. Terasa namun diamkan saja dan jangan mengalihkan fikiran dari fokus semula.

Sebab lainnya lagi adalah system keyakinan yang menjadi dasar logika berfikir. Misalnya mempercayai bahwa meditasi akan membuka fikiran untuk dimasuki entitas gaib. Ketakutan yang tak berdasar bahwa nanti akan ada peristiwa gaib yang begini atau begitu. Macam-macam. Padahal sepanjang manusia menemukan meditasi dari dulu, tak pernah ada peristiwa seperti itu. JALAN KELUARNYA adalah menjaga fikiran tetap pada fokus semula.

Yang berikutnya yang paling sering terjadi adalah, keliaran fikiran yang tak terkontrol atau men-sengaja-kan fikiran masuk ke dalam ambang ilusi. Dan cilakanya sebagian besar pemula justru mengira bahwa inilah meditasi yang benar. Bahwa dunia ilusi yang tercipta dalam proyeksi bahwa sadar akibat dari keliaran fikiran, merupakan dunia gaib yang dipercayai sebagai benar adanya. Padahal ini adalah bentuk kemelekatan fikiran pada system keyakinan. JALAN KELUARNYA tak dapat begitu saja dibenahi. Tapi yang mesti dibenahi adalah cara berfikir kita yang melekat pada system kepercayaan.

Dalam ShamMind siswa akan dibimbing untuk mengenali system kerja fikiran diri sendiri dulu. Lalu siswa dilatih untuk mengontrolnya ketika berada dalam akivitas sehari-hari. Agar siswa mampu masuk kekedalaman meditasi perlahan-lahan selangkah demi selangkah.

Memang untuk mencapai suwung yang sebenarnya dibutuhkan waktu yang tidak sebentar. Namun memahami system kerja fikiran sendiri membuat siswa menjadi jauh lebih mudah memahami ESSENSI MEDITASI.

LAGI LAGI SUWUNG.
Beberapa kali kita sudah membahas tentang suwung, sebab selalu kita mengartikan bahwa suwung itu adalah hal yang rumit dan sulit untuk diraih. Walau pada prakteknya memang butuh waktu panjang dan mesti dialami. Sengaja kembali aku bahas disini karena suwung adalah pemahaman yang mesti dialami. Seperti juga anda tak dapat membedakan manis dan asemnya buah jeruk dan mangga hanya dengan kata-kata. Kedua buah tersebut harus dicecap dengan lidah anda. Baru anda bisa membedakannya

Suwung itu hanyalah kata untuk menyampaikan suatu maksud, namun bukan maksud itu sendiri. Kata yang diambil dari essensi meditasi, berfikir untuk tidak berfikir. Ketika fikiran mampu untuk tidak berfikir dalam waktu yang lama, suwung pun terjadi. Menurutku justru lebih mendekati maksud, kalo aku pake kata DIAM. Fikiran yang diam saja. Hanya mengikuti tubuh disaat ini, disini dalam melakukan suatu tindakan. Itu saja sudah boleh anda sebut suwung.

Ok untuk memperjelasnya.. ada 3 dimensi waktu, TADI, SAAT INI, NANTI. Pertanyaan mendasarnya adalah, dimana kita? Ada 2 dimensi tempat, DISINI dan DISANA. Pertanyaan mendasar nya adalah, dimanakah kita? Inikan jawaban yang mudah. Tentu saja kita berada saat ini, disini. Tapi kenyataannya? Fikiran kita lebih sering terpisah dari tubuh yang ada saat ini, disini. Fikiran lebih suka liar melompat melintasi ruang dan waktu kemana saja.

Nah kalau anda bisa selalu menempatkan fikiran anda saat ini di sini bersama tubuh anda, melakukan segala macam aktivitas saat ini disini, berarti anda sudah boleh disebut suwung. Anda tak perlu berfikir ketika melakukan sesuatu, berjalan saja apa adanya. Seperti juga seorang striker sepak bola yang suwung membawa bola meliuk-liuk melewati lawan untuk bisa mencetak gol. Sederhana kan?

MEMASAK MIE INSTANT ITU MEMANG MUDAH, TAPI PERLU AKSI SENDIRI UNTUK HASIL YANG SESUAI SELERA.
Secara umum tentu saja tidak dapat memperkirakan dengan pasti seberapa dalam dasar laut yang tenang dan bening hanya dari permukaan, kalau tidak diselami sendiri. Ini sama saja dengan melihat hasil kerja orang lain lalu menilai kemampuan nya hanya dari kerja yang dihasilkan. Tidaklah bisa membuat gol bagi seorang penonton sepak bola bila hanya menonton dari tribun.

Sesungguhnya dugaan fikiran akan selamanya sok tau demi menjawab keingin tahuan sang manusia. Walau ini penting buat up-grade pemikiran, tetapi tetap saja tak akan ada hasil bila fikiran hanya sibuk menilai tanpa ada usaha untuk aksi sibuk mencari tau. Memakan mie instant siap saji itu memang mudah, tapi perlu usaha untuk memasak mie instant yang sesuai selera, walaupun hanya instant.

Wonderful Mind.
Apakah anda seorang praktisi kundalini? Reiki? Prana? Bio energi? Atau apapun itu? Apakah anda juga seorang healer dengan berbagai teknik baik yang sudah anda pelajari maupun teknik yang anda temui sendiri?

So.. Dari semua itu yang utama adalah pengkondisian mind. Bagaimana mind sebagai software pengendali utama ditanamkan program-program pelatihan, pengalaman dan pencarian secara terus menerus. Hingga kemampuan menjadi matang dalam endapan memory bawah sadar mind, dan menjadi kemampuan dengan style kita sendiri. Dapat teraplikasi dalam bentuk spontanitas matang “naluri dan insting”

Bagai seorang profesional striker sepak bola yang bermain dengan naluri dan instingnya. Dapat menembak dalam peluang sekecil apapun, atau justru menciptakan peluang.

*

Karya terbaik tidak lah terjadi begitu saja. Ada proses panjang yang menyertainya. Melihat seorang seniman lukis yang sedang melukis di bilangan pasar seni ancol. Begitu indah tangannya bermain di atas kanvas. Begitu terampil intuisinya mengolah warna-warna menjadi warna yang tepat untuk lukisannya. Proses yang pokok, justru bukan di saat ketika dia melukis, tetapi di saat ketika dia melatih dirinya sendiri dengan segenap fokus fikiran dan jiwanya. Ada rasa, ada disiplin dan tentu saja ada fikir. Semua berjalan seiring, hingga menjadi satu kesatuan yang bergerak alamiah ketika sang pelukis mulai menggurat kanvas kosong untuk pertama kalinya sampai menjadi lukisan yang keindahannya menggugah orang yang melihatnya.

Ketika proses mengobati, kadang aku mendengarkan lagu metallica atau lagu lainnya dari head set hape ku, kadang aku menggunakan mantra yang ku dengungkan dalam benakku, kadang harum dupa, tapi yang pasti semuanya itu dengan imajinasi ku, dengan visualisasi ku hingga energi tersalurkan secara baik dalam proses pengobatan itu. Namun untuk sampai di titik ini, proses yang terpenting adalah diri ku sendiri seperti pelukis di atas tadi.

Seperti pelukis di atas tadi, seperti striker sepak bola, seperti pembuat gerabah, seperti seorang pengacara dalam ruangan sidang, seperti Gayus Tambunan dalam menilep duit pajak, seperti itulah jugalah seorang calon dukun memproses dirinya untuk menjadi dukun seutuhnya.

GILA ITU ADALAH ILMU YANG TERTINGGI.
Bahasa ma’rifat itu bahasa Majnun, alias gila, alias nggak waras, alias sedeng. Kalau anda masih ngutek-ngutek memahami ma’rifat dengan logika anda berfikir, anda nggak akan pernah dapet essensi yang dimaksudkan si Majnun. Anda harus meruntuhkan dulu logika anda berfikir barulah anda memahami essensi yang dimaksudkan.

Kalau anda masih sibuk mengulas nya dengan kitab ini, buku itu, pengalaman si ini, filosof si itu, menurut kiyai ini, menurut praktisi itu. Kalau anda masih sibuk membaca berbagai macam buku dari kisah Khulafa’ur Rasyidin, sajaknya Jalaludin Rumi, para imam, Rabiah Al Adawiyah, Al Hallaj hingga Siti Jenar. Dari Buddha, Tao, para rabi, pertapa dan berbagai macam ajaran spiritual lalu membandingkannya, anda masih pake logika anda berfikir.

Sang Majnun itu tidak lagi pake logika berfikir dalam mencintai Laila. Fikirannya sudah trance dalam kekosongan. Tak ada lagi logika. Untuk memahaminya, ya anda mesti mengalaminya. Bukan beretorika, berteori, beropini sibuk membandingkan logika berfikir anda kesana sini. Sibuk menguasai jalan dan mendalami rambu-rambu jalan, tapi tidak pula jalan-jalan.

Bahwa semua orang lain yang bertentangan dengan anda adalah salah. Anda sendiri yang benar. Tepatnya anda kira anda benar, padahal anda terjebak sendiri dalam fikiran anda tak menemukan pintu keluar. Anda terbelenggu dan terikat dengan berbagai macam teori dan konsep logika anda berfikir.

Padahal si Majnun itu sudah lenyap semua kata, lenyap semua suara, lenyap semua berbagai macam cara, teori, konsep, teknik. Lebur semua logika. Tak dapat didefinisikan, kosong, suwung, (bahasa ini pun hanya mendekati, bukan essensi yang dimaksud). ENTAH APA LAH NAMANYA. SUKA SUKA SAJALAH.

MELEKAT PADA TUJUAN JUSTRU HANYA AKAN MENGHAMBAT KERJA PROSES.
Dengingan itu mulai memenuhi fikiranku lapis perlapis. Ada 5 lapis dengingan yang bisa kukenal dengan suara denging yang berbeda. Tidak seperti biasanya, kali ini fikiran agak sulit untuk diam. Terlalu lama berada pada kesibukan mengamati dan menganalisa. Nuansa ungu dan merah pada visual lebih mendominasi dan menyatu dengan lapisan denging. Biasanya setelah ini ledakan-ledakan kecil sinar putihpun muncul. Lalu memadat dan.. semua lenyap, kosong. Tapi kali fikiran masih saja mengamati sensasi. Seperti enggan untuk beranjak.

Aku coba untuk menarik undur fikiran ke belakang, sedikit masuk ke kesadaran fisik. Menarik nafas panjang dan melonggarkan tekanan pada fikiran setelah tadi aku menekan keras fikiran agar segera masuk dalam ruang kelenyapan sebagai pintu ZONA KOSONG.

Aahh.. kudapati masalahnya, aku banyak melakukan tekanan pada fikiran. Melakukan tekanan adalah pemaksaan. Pemaksaan pada fikiran untuk sesegera mungkin SUWUNG adalah bentuk baru kemelekatan pada ke-SUWUNG-an itu sendiri. Dan kemelekatan adalah halangan utama mencapai suwung.

Melekat pada tujuan hanya menghalangi proses bekerja untuk sampai pada tujuan. Padahal yang seharusnya, adalah tetap fokus melakukan proses langkah demi langkah tanpa ada pemaksaan peningkatan kecepatan. Hmm.. ya ya ya.

**

Penulis : Indi Sujawe

About Edi Sugianto

Trainer, Terapis, Founder, & Guru Besar NAQSDNA Institute. Pusat Pelatihan Keajaiban Bawah Sadar Untuk Pengembangan Diri, Kesuksesan, Keberlimpahan,

Tinggalkan Balasan